Hai Kak Ki, kesayanganku selalu.
Lagi lagi aku terbangun,
terlanjur jreng dan nggatau mau ngapain selain kangenin Ki. Asek.
Hm. Apa ya.
Pertama tama, seperti biasa, aku
rindu. Minggu minggu menjadi melelahkan sejak kita jarang bertemu. Routine kills.
I’ve killed myself by adapting me in this situation. Terlalu banyak kesenangan
yang berselisipan. Ah, begitulah.
Beberapa waktu belakangan, yang
terjadi setiap kita mencoba bersenang senang adalah Ki hanya bisa menunggu
selesainya shiftku yang berlarut larut sembari bermain dengan Topan, dan aku
hanya bisa mencemaskan kabar Ki yang sering hilang sambil bertanya tanya apakah
kita akan punya waktu untuk dihabiskan bersama pada hari ini. Lalu, yang
tersisa hanya remahan tenaga dan mood untuk saling mendengar kabar harian
masing masing. Hampir tak ada petualangan, kejutan, bahkan sekedar gagasan
baru. Malah, yang sering datang adalah kekangenan, eh, kerinduan, kecemasan,
kekesalan, pertanyaan pertanyaan dan sayang sayang yang tak tersampaikan.
Pola yang lumayan melelahkan, ya.
Setidaknya bagiku.
Nah. Mumpung Ki ada libur
panjang, aku pun ada libur dua hari di penghujung minggu nanti, maka I dare you
to play a game. Let’s have some fun and hit back the pattern, baby. This game
called “How It Feels, The World without Fish n Fries and You”.
Jadi, mari kita bereksplorasi. Apa
yang akan terjadi, jika kita melewatkan Friesday seminggu, saja? Bagaimana rasanya?
Adakah yang berubah dari Fish n Fries saat kita bertemu dengannya lagi nanti? Adakah
makanan yang lebih enak dari Fish n Fries untuk menemani kencan kencan kita
nanti? Jangan jangan saking rindunya, aku bisa beli sekaligus tiga nantinya,
tanpa kentang. Atau di tengah permainan aku diam diam makan Fish n Fries
sendirian, bisa jadi.
Untuk membuatnya semakin berbumbu,
mari kita sekalian eksplor. Bagaimana sih rasanya, jika kita melewatkan
seminggu saja, tanpa “kita”? Apa yang terjadi jika Ki tak punya aku, dan aku
tak punya Ki? Seminggu saja. Mari tak saling beri kabar. Lalu dalam seminggu
ini, lakukanlah percobaan sebebas bebasnya. Bermainlah dengan banyak orang, pergilah
kemping, nonton Artjog, makan es cepot, main recorder di bukit bintang, belajar
surfing, naik gunung, coba coba sayangi orang asing, apapun. Gila gilaan.
Lupakan kita sejenak, carilah hal menarik dan menyenangkan sebanyak banyaknya. Pokoknya,
kita berpura pura tak saling kenal saja seminggu ini. Kita lihat, seperti apa
bentuk rindu itu setelah seminggu tak saling berkabar. Kita lihat juga, barangkali, jangan jangan, atau ternyata apa yang muncul nanti? Atau ternyata
tak ada yang menarik sama sekali, bisa juga.
Setidaknya kita bermain, kan.
Seusainya permainan ini nanti,
semua tentu dikembalikan lagi secara utuh. Friesday akan berjalan rutin lagi.
Kobo dan Ki akan saling sayang level dewa lagi. Utuh. Bagaimana, mau coba? Kita
pause dulu interaksi, dimulai saat Kobo shift Senin pagi ini ya?
Dont worry, it’s just a game baby.
So we don’t get into the autopilot mode, nah?
Jadi, kita akan bertemu lagi hari
Senin depan, ehm, selepas shift closingku di Mc D dan kursi yang biasanya ya.
Untuk saling bertukar cerita dan mengakhiri permainan ini. Ki boleh tunggu di
rumah atau dimanapun, nanti aku yang akan menjemput. Asik? Nanti aku wasap deh
biar tak selisipan, kan sudah selesai permainannya, lagendu.
Mengetik ini saja, aku sudah tak
sabar menanti rindu yang menghambur pada hari akhir permainan ini. Oh iya,
selama kita tak bertemu, tulislah hal hal yang ingin kamu bagi. Ceritakanlah hari
harimu. Aku juga akan begitu. Nanti, kita posting di blog masing masing di hari
Senin pagi itu ya.
Bagaimana, deal?
Jadi, sampai bertemu lagi,
secepatnya!
I love you, Ki. More than I love the wink of Ariana Grande.
Sincerely,
Your Kobo.